Bangun Datar adalah

Bangun Datar

Mari kita perhatikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bangun datar? Dalam hal ini, sebuah bidang datar biasanya digambarkan sebagai hasil pengirisian permukaan yang setipis mungkin sehingga seperti tidak memiliki ketebalan. Selanjutnya yaitu sebuah bidang tertentu yang tidak mempunyai ukuran ketebalan, hanya mempunyai ukuran panjang dan lebar. Hal ini dapat menjawab persoalan tentang bagaimana pembuatan alat peraga (misal dibuat dengan triplek atau bahan lain) yang diidealisasikan (dianggap sempurna) tidak memiliki ketebalan. Selanjutnya permasalahan-permasalahan mengenai hal ini muncul karena kurangnya memahami pengertian mengenai sifat-sifat serta keterkaitan antara bangun yang satu dengan lainnya. Misalkan salah satu masalah, yaitu mengenai pengertian layang-layang. Dari definisinya, layang-layang adalah segiempat konveks yang dua sisinya berdekatan sama panjang, sedangkan kedua sisi lainnya juga memiliki sama panjang. Nah, berdasarkan definisi ini, apa yang dimaksud dengan konveks? Apakah kedua gambar di bawah dapat dikatakan sebagai bangun layang-layang?

Bangun Datar adalah

Untuk menjawab permasalahan di  atas, mari kita perhatikan terlebih dahulu pengertian dari konveks dan konkaf.

Secara umum ada dua jenis bangun datar, yaitu:

1. Konveks (Cembung atau Sederhana)

Konveks adalah bangun datar yang memiliki sifat untuk setiap ruas garis yang menghubungkan dua titik pada keliling bangun maka semua ruas garis berada di dalam bangun datar tersebut.
Perhatikan gambar bangun datar di bawah ini!

Bangun Datar adalah

Terlihat dari gambar di atas, di manapun titik A dan B, maka ruas garis AB seluruhnya di dalam bangun tersebut. Inilah yang disebut dengan konveks.

2. Bangun Datar Konkaf (Cekung)

Konkaf merupakan sebuah bangun datar yang terdapat ruas garis yang menghubungkan dua titik pada sisinya, dengan sebagian/seluruh ruas garis tersebut terletak di bagian luarnya.
Perhatikan gambar di bawah ini!

Terdapat ruas garis AB yang sebagian/seluruh ruas garisnya terletak di bagian luar bangun tersebut, sehingga gambar di atas merupakan konkaf.

Dari penjelasan kedua jenis di atas, terlihat bahwa permasalahan tentang layang-layang yang kita bahas di awal, bahwa tidak kedua gambar tersebut dapat di katakan layang-layang. Jadi hanya gambar di sebelah kiri saja yang merupakan layang-layang, dan layang-layang termasuk ke dalam Konveks (Sederhana).

Sekian dulu pembahasan awal kita, semoga bermanfaat.
Jangan lupa di share ya.
Baca Juga artikel lainnya hanya di  Skakmath.com !

Terimakasih.

Share:

More Posts

Operasi FPB dan KPK Kelas 6 SD

Operasi FPB dan KPK Kelas 6 SD

Operasi FPB dan KPK Kelas 6 SD – Baik adik-adik semua, kali ini kita akan segera membahas bagaimana cara mengoperasikan atau mencari nilai-nilai dari FPB dan KPK, namun sebelum kita masuk kesitu, alangkah baiknya memahami terlebih dahulu tentang Operasi Hitung agar adik-adik tidak keliru saat mengerjakannya, jika mau dipelajari kembali, silahkan klik dibawah yaa!